Ekspansi Besar JSI Sinergi Mas, Mantap Melangkah dari Pelabuhan ke Tambang dan Green Business

StockHaven - PT JSI Sinergi Mas (JSI) tengah meramu berbagai rencana bisnis strategis. Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, logistik, dan energi berkelanjutan ini akan membuka babak baru...

Ekspansi Besar JSI Sinergi Mas, Mantap Melangkah dari Pelabuhan ke Tambang dan Green Business
Bacakan Artikel

Dari beberapa entitas bisnisnya, JSI tengah fokus untuk ekspansi di sektor pasir silika melalui Izin Usaha Pertambangan (IUP) sendiri di Lingga, Kepulauan Riau, yang diharapkan segera memasuki fase produksi dalam waktu 2-3 bulan. Pasir silika ini ditargetkan untuk pasar ekspor seperti China, India, dan Korea Selatan, serta untuk mendukung pembangunan pabrik kaca dan panel surya di Indonesia.

“Silika bukan hanya untuk dijual mentah, tapi akan kami proses sendiri. Kami sudah pesan mesin dari China dan target commissioning dalam 9-10 bulan. Jika IUP sudah keluar, produksi penuh bisa mulai awal 2027. Ini jadi salah satu pondasi penting kami di industri hijau,” kata Jamal.

Seiring meningkatnya diversifikasi usaha, JSI mencatat lonjakan aset dari di bawah Rp100 miliar pada 2022 menjadi di atas Rp500 miliar pada 2025. Bahkan angka itu belum termasuk potensi dari sektor silika dan energi bersih.

Namun, Jamal menekankan bahwa untuk mengeksekusi rencana besar ini, perusahaan membutuhkan akses pendanaan yang kuat. “Kami sudah mencapai titik ini hanya dengan modal terbatas. Bayangkan apa yang bisa dicapai jika kami punya akses ke modal yang lebih besar melalui pasar modal,” ujar Jamal.

Secara keseluruhan, JSI menetapkan tiga pilar utama bisnisnya yakni pertambangan, logistik, dan green energy, termasuk audit emisi dan silika. Jamal menegaskan bahwa strategi perusahaan ke depan akan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: