DCI Perkuat Infrastruktur Digital, Pendapatan Melonjak 40% di 2025
StockHaven - PT DCI Indonesia Tbk (“DCI / Perseroan”), penyedia infrastruktur pusat data terkemuka di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp2,54 triliun pada tahun buku 2025, tumbuh 40,1% secara...
JALURDUA StockHaven - PT DCI Indonesia Tbk (“DCI / Perseroan”), penyedia infrastruktur pusat data terkemuka di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp2,54 triliun pada tahun buku 2025, tumbuh 40,1% secara tahunan. Pencapaian tersebut disampaikan dalam RUPS Tahunan 2026 yang digelar hari ini Senin, 30 Maret 2026.
Salah satu capaian Perseroan pada tahun 2025 adalah telah beroperasinya secara penuh pusat data JK6 yang berlokasi di Kampus H1 Cibitung dengan kapasitas 36 MW. Selain itu, Perseroan juga telah menyelesaikan pembangunan E2 Data Center Surabaya dengan kapasitas IT sebesar 9 MW yang mulai beroperasi secara komersial pada Kuartal I 2026. Kehadiran fasilitas ini memperluas jangkauan geografis platform pusat data Perseroan yang kini tersebar di empat lokasi strategis, yaitu Cibitung (H1), Karawang (H2), Jakarta (E1), dan Surabaya (E2), sekaligus memperkuat konektivitas digital nasional, khususnya bagi wilayah Indonesia bagian timur. Penambahan kapasitas di Surabaya ini merupakan langkah awal ekspansi Perseroan untuk terus memperluas platform pusat data di Indonesia kedepannya.
Pengembangan ini sejalan dengan percepatan transformasi digital nasional, dimana pemerataan infrastruktur pusat data menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Melihat potensi Surabaya sebagai simpul konektivitas bagi kawasan Indonesia bagian timur, Perseroan memulai pengembangan platform pusat data di kota ini sejak dini melalui E2 Data Center Surabaya, yang sekaligus menghadirkan redundansi terhadap Jakarta serta mendukung kebutuhan trafik berlatensi rendah. Ke depan, Perseroan akan terus meningkatkan kapasitas di Surabaya seiring dengan perkembangan permintaan pasar, dengan tetap mengedepankan standar operasional pusat data kelas dunia, keandalan yang konsisten, serta keunggulan time-to-market sebagai diferensiasi utama Perseroan di industri.
Kinerja operasional yang solid tercermin dalam pencapaian finansial 2025 dimana Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,54 triliun, tumbuh 40,1% dari periode sebelumnya. EBITDA tercatat Rp 1,55 triliun dengan margin 61,0%, sementara laba bersih mencapai Rp1,002 triliun, meningkat 25,7% secara tahunan. Total aset Perseroan meningkat menjadi Rp 6,65 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp 4,00 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan disiplin eksekusi ekspansi serta optimalisasi utilisasi kapasitas yang terjaga.
Indri Koesindrijastoeti, Direktur Corporate Affairs merangkap Sekretaris Perusahaan PT DCI Indonesia Tbk menyatakan, “Sepanjang 2025, Perseroan membuktikan kemampuannya dalam mengeksekusi ekspansi secara cepat dan terukur. Penyelesaian E2 Surabaya semakin memperkuat kapasitas dan platform pusat data Perseroan. Pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang solid mencerminkan efisiensi operasional serta keunggulan time-to-market yang secara konsisten kami pertahankan. Ke depan, Perseroan akan terus mengembangkan infrastruktur pusat data berstandar global untuk mendukung kebutuhan AI, cloud, serta komputasi berdensitas tinggi di Indonesia.”
- BPD Didorong Naik Kelas Jadi Orkestrator Ekonomi Daerah
- SIG Pertahankan Tren Positif, Hasil Transformasi Lampaui Rata-Rata Industri
- Langkah Nyata Dukung Pendidikan Berkualitas, Askrindo Hadirkan Mobil Pintar di J...
- Konsumsi Rumah Tangga Makin Defensif, Mirae Asset Sekuritas Tunjuk Sektor Ini se...
- Roadshow BSI Scholarship 2026 di UI Perkuat Akses Pendidikan dan Literasi Ekonom...
- Askrindo Akselerasi Transformasi Digital di Usia 55 Tahun, Perkuat Pembiayaan Pr...
- Kinerja Solid, RMKE Catat Pendapatan Rp2,2 Triliun di 2025
- Cetak Kinerja Solid, EBITDA COIN Terbang 156% di 2025
- Rumor MacBook Murah Berchip iPhone, Dampaknya bagi Pasar Indonesia
- Transaksi QRIS UMKM di Malang Raya Terus Meningkat
