Dari Besi Skrap ke FMCG, OPMS Siapkan Ekspansi Besar-Besaran Tahun Ini

StockHaven - Emiten perdagangan logam bekas kapal terkemuka PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) tengah mempersiapkan manuver diversifikasi usaha ke 16 lini bisnis berbeda di tahun ini. Rencana e...

Dari Besi Skrap ke FMCG, OPMS Siapkan Ekspansi Besar-Besaran Tahun Ini
Bacakan Artikel

"Untuk kedepannya Perseroan akan lebih berfokus pada lini bisnis baru di bidang Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dibanding penjualan besi scrap. Namun Perseroan akan tetap berusaha mengoptimalkan supply chain dan mendapatkan rantai pasok besi scrap yang stabil guna meningkatkan pendapatan Perseroan di segmen tersebut," jelas Rubbyanto.

Aksi ini pun dinilai bisa meningkatkan sentimen fundamental saham OPMS. Analis menilai, strategi diversifikasi ini berpeluang besar untuk mendongkrak pendapatan di masa yang akan datang. Dengan rapor kinerja baik, potensi dividen tinggi, minat investor akan saham OPMS akan lebih besar dan mendorong harga sahamnya melambung tinggi.

"Penambahan kegiatan usaha baru ini membuka peluang Perseroan untuk menjalin kerjasama dengan beberapa principal baru kedepannya. Dengan jaringan distribusi yang terfokus di Wilayah Madura dan Jawa Timur, Perseroan memiliki peluang distribusi, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan regional," sebagaimana disampaikan Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dalam keterangannya.

Aksi korporasi besar-besaran ini pun telah disambut baik oleh kalangan pelaku pasar. Hal ini terlihat dengan kenaikan harga saham OPMS yang telah naik 163.38% selama enam bulan ke belakang hingga Selasa, (6/1/2026). Aksi beli berskala besar tersebut memperkuat anggapan adanya kemungkinan potensi investor strategis atau mitra kerja yang akan melakukan akuisisi bertahap atau kerja sama operasi.

"Bila dilihat dari pola transaksinya yang stabil dan berulang, bisa dilihat ini menunjukkan adanya kemungkinan pihak institusional yang mulai masuk. Hal ini bisa menjadi sentimen baik bagi pergerakan saham OPMS ke depannya seiring dengan diversifikasi 16 lini bisnis baru yang telah disetujui," jelasnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: