BEI Sorot MGNA, Kaji Restrukturisasi di Tengah Defisit

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) terkait rencana bisnis, kondisi keuangan, hingga arah pengendali perseroan.

BEI Sorot MGNA, Kaji Restrukturisasi di Tengah Defisit
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) terkait rencana bisnis, kondisi keuangan, hingga arah pengendali perseroan.

Direktur Utama MGNA Arianto Sjarief mengungkapkan bahwa pemegang saham mayoritas saat ini tengah mengkaji rencana restrukturisasi perusahaan dan organisasi.

Kajian restrukturisasi tersebut disebut berkaitan dengan upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi struktur organisasi, di tengah kondisi perseroan yang masih membukukan defisit keuangan.

Meski demikian, Arianto menegaskan belum terdapat rencana divestasi saham maupun aksi kepemilikan lain yang bersifat pasti dari pemegang saham mayoritas.

Menanggapi sorotan BEI terkait kondisi keuangan, MGNA menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kinerja melalui optimalisasi operasional, efisiensi biaya, dan peningkatan pendapatan berkelanjutan.

Arianto juga menegaskan bahwa kebijakan belanja modal (CAPEX) tahun berjalan akan diterapkan secara selektif dan pruden, hanya pada proyek yang berpotensi memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan.

Langkah konkret yang saat ini dijalankan antara lain renovasi bertahap hotel dan apartemen, pengembangan outlet makanan dan minuman (F&B) untuk memperbesar margin keuntungan, serta ekspansi pemasaran melalui kerja sama dengan operator hotel dan partisipasi dalam pameran perjalanan guna mendongkrak tingkat hunian.

Arianto juga memastikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana aksi korporasi material dalam 12 bulan ke depan. Selain itu, perseroan menegaskan tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan harga saham.

BEI tetap meminta klarifikasi lanjutan secara tidak terpublikasi terkait struktur kepemilikan, Ultimate Beneficiary Owner (UBO), potensi aktivitas gadai saham (repo), sentimen kenaikan harga saham, serta komitmen pengendali untuk mempertahankan kepemilikan dan arah pengembangan bisnis ke depan.

Akan tetapi manajemen MGNA tidak merespon atas pertanyaan BEI tersebut.