BEI Minta Klarifikasi, Bos OLIV Asal Tiongkok Terseret Isu Deportasi

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) terkait pemberitaan yang ramai beredar di media sosial dan media daring mengenai isu keimigrasian yang menyeret salah satu petinggi OLIV.

BEI Minta Klarifikasi, Bos OLIV Asal Tiongkok Terseret Isu Deportasi
Bacakan Artikel

EmTrust Emtrust - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) terkait pemberitaan yang ramai beredar di media sosial dan media daring mengenai isu keimigrasian yang menyeret salah satu petinggi OLIV.

Merujuk surat BEI bernomor S-13817/BEI.PP2/12-2025 tertanggal 5 Desember 2025, otoritas bursa meminta OLIV memberikan penjelasan atas pemberitaan yang bersumber dari media sosial TikTok, yang disadur dari akun resmi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Stevany Putri Corporate secretary OLIV mengoreksi surat klarifikasi sebelumnya dan mengakui bahwa berdasarkan informasi dari sumber terbuka, memang terdapat tindakan keimigrasian terhadap individu bernama An Shaohong (Antony).

Namun, Stevany menegaskan bahwa isu tersebut bersifat personal dan tidak berkaitan dengan kegiatan operasional maupun keputusan korporasi OLIV.

“Status tersebut bukan merupakan tindakan terhadap Perseroan maupun entitas anak,” tulis Stevany dalam keterangannya.

Stevany juga menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan konfirmasi lebih jauh terkait status kewarganegaraan atau paspor individu bersangkutan karena sepenuhnya berada dalam otoritas instansi pemerintah terkait.

Di tengah mencuatnya isu deportasi tersebut, OLIV memastikan tidak ada penghentian maupun pembatasan kegiatan usaha. Seluruh fungsi operasional, keuangan, hingga kepatuhan Perseroan diklaim tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Meski demikian, manajemen mengakui telah melakukan langkah internal sebagai bentuk penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penunjukan pimpinan atau Chairman baru, yang saat ini masih dalam proses penyelesaian administrasi dan dokumentasi.

Selain itu, Perseroan juga melakukan penyesuaian struktur manajemen dan operasional serta melaksanakan internal compliance review guna memperkuat prosedur dan memastikan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel sesuai ketentuan pasar modal Indonesia.

OLIV menegaskan bahwa seluruh entitas anak tetap beroperasi normal, kontrak dan kerja sama berjalan sebagaimana mestinya, serta sistem pengendalian internal berfungsi tanpa hambatan. Perseroan juga mengklaim memiliki manajemen lokal yang kompeten dan struktur operasional yang solid untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Terkait potensi dampak terhadap harga saham, manajemen menyatakan tidak terdapat informasi material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan saham OLIV, selain yang telah disampaikan dalam keterbukaan informasi tersebut.

Ke depan, OLIV berkomitmen untuk tetap kooperatif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, menjaga transparansi informasi, serta meningkatkan tata kelola perusahaan demi perlindungan investor dan pemegang saham publik.

Sebagai informasi, An Shaohong, warga negara China yang dalam dua tahun terakhir menguasai pucuk tiga emiten PT Green Power Group Tbk. (LABA), PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk. (KRYA), dan PT Oscar Mitra Sukses Tbk. (OLIV) mendadak terhenti.

An Shaohong menduduki kursi Direktur Utama LABA sejak Juni 2024 hingga Komisaris Utama di dua emiten lain yakni, KRYA dan OLIV pada awal 2025. Pengaruhnya meluas seiring aksi akuisisi dan ekspansi agresif yang dijalankan grupnya. Ketiganya dikenal sebagai emiten pelaku backdoor listing yakni, berkaitan dengan pergantian pengendali lewat aksi akuisisi atau caplok saham.