Askrindo Akselerasi Transformasi Digital di Usia 55 Tahun, Perkuat Pembiayaan Produktif dan UMKM

StockHaven - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 dengan mengusung tema “Grow Within, Perform Beyond”, sebagai refleksi komitmen perusahaan dalam memperkua...

Askrindo Akselerasi Transformasi Digital di Usia 55 Tahun, Perkuat Pembiayaan Produktif dan UMKM
Bacakan Artikel

“Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,” tambah Fankar.

Dalam rangkaian acara puncak HUT, Askrindo meluncurkan sistem Sentralisasi FINTRACS dan ASK-SCORING sebagai bagian dari penguatan transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan. “Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses bisnis, memperkuat manajemen risiko, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data,” tambah Fankar.

Sebagai bagian dari transformasi digital, Askrindo menghadirkan FINTRACS (Financial Transaction System), yaitu sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan.

“Melalui FINTRACS, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis. Sistem ini juga memungkinkan monitoring transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol,” jelas Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza.

Implementasi FINTRACS mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Selain itu, Askrindo juga memperkenalkan ASK-SCORING (Askrindo Underwriting Scoring System) sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting.

“Melalui ASK-SCORING, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi,” ungkap Leonardo.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: